Inovasi
Kombinasi Tanaman Lokal Daun Kelor (Moringa oleifera) dan Kunyit
(Curcuma domestica V) sebagai UMB
untuk Meningkatkan Produksi Sapi Perah di Desa Gading Kulon. Adapun kombinasi UMB dengan menggunakan tanaman lokal yang meliputi daun kelor dan kunyit. Daun kelor merupakan sumber protein
(Krishnadi,2002) sedangkan kunyit digunakan sebagai penambah nafsu
makan, meningkatkan kekebalan tubuh agar ternak tidak mudah terserang penyakit (Purwanti, 2008). Kombinasi bahan tersebut berfungsi untuk meningkatkan kualitas pakan
yang berdampak pada produksi dan reproduksi sapi perah di Indonesia, kami
membuat inovasi tentang.
Daun kelormerupakan tanaman pohon yang kaya nutrisi. Daun kelor mempunyai kandungan 27 % Protein, 38 % Karbohidrat, 2 % Lemak, 19 % Serat. Asam amino esensial yang terkandung pada daun kelor meliputi; leusin, isoleusin, valin, phenilalanin, arginin, histidin, triptopan, lysin, methionin dan treonin. Daun kelor sangat cocok dijadikan sumber pakan suplemen mendukung produksi ternak (Krishnadi, 2002). Daun kelor mengandung
Kunyit (Moringa oleifera)
Kunyit disebut juga kurkuma atau turmerik (India). Kurkuminoid merupakan zat pemberi warna kuning pada kunyit. Rimpang tanaman kunyit bermanfaat sebagai anti inflamasi, antioksidan, anti mikroba, dan dapat meningkatkan kerja organ pencernaan ternak (Balittro, 2008). Kunyit mengandung 3 % Minyak Atsiri, 3% Kurkumin, 64,8 gram Karbohidrat, 7,8 gram Protein, 9,9 gram Lemak, dan 6,7 gram Serat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar